Tag

, ,

iStockPhoto

Pernahkan kita bertanya kenapa tuhan memberikan kita (manusia) kelemahan disamping juga memberikan kelebihan?

Agar manusia selalu tetap membutuhkan Tuhan. Tidak bisa dibayangkan andaikan manusia diberikan keleluasaan, kekuatan dan kekuasan yang tak terbatas, karena merasa tidak mempunya kelemahan pasti dia tidak akan pernah merasa membutuhkan siapapun atau bahkan membutuhkan Tuhan sekalipun. Di kasih kelemahan dan kekurangan dengan segala keterbatasannya saja terkadang masih muncul perasaan tidak butuh Tuhan.

Agar manusia tetap merasa selalu membutuhkan orang lain (bagaimanapun tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa manusia lainnya). Yang pasti, kita diingatkan untuk selalu bisa menyadari kelemahan , kekurangan  dan keterbatasan sebagai kontrol/pengendalian atas sifat sombong, egois, ke-akuan, semena-mena dan lain-lain yang terkadang sering muncul. Lawong di kasih banyak kelemahan juga terkadang masih muncul sifat-sifat jelek seperti itu.  Dengan mau menyadari adanya kelemahan, kekurangan dan keterbatasannya, manusia akan lebih aware dalam setiap gerak hidupnya, sehingga diharapkan akan terbangun pola hidup yang harmonis dengan yang lainnya dengan saling membantu, bekerjasama dan saling tolong menolong.

Konsepsi membutuhkan tidak sama dengan mengandalkan atau bergantung sepenuhnya. Membutuhkan disini adalah adanya saling keterkaitan dan adanya hubungan timbal balik yang selaras. Ketika kita membutuhkan Tuhan maka kita akan berusaha dekat dengan-Nya merendahkan, berpasrah, berserah diri dan menyadari segala kekurangan juga kelemahannya dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Begitupun kalau kita membutuhkan manusia lain, dengan saling membantu dan tolong menolong karena pada dasarnya “tidak ada manusia yang menjadi kuat dan hebat karena dirinya sendiri”.

Sedangkan mengandalkan sepenuhnya bergantung dan menyerahkan segala sesuatunya tanpa ada usaha dan ini adalah salah satu bentuk ketidakberdayaan manusia.

 

“Kelemahan adalah pintu gerbang menuju Kekuatan; kalau kita mampu menyadari, mencari dan mengetahui jalannya” -Tree-