Tag

,

Belajar merupakan sebuah proses untuk memperoleh pengetahuan atau mengembangkan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru. Kebanyakan orang berpikir proses pembelajaran terjadi hanya di kelas ataupun di sekolah, proses ini dapat terjadi dimana saja dan manusia akan terus belajar sepanjang hidup mereka. Anak-anak belajar berjalan, berbicara, dan menggunakan tangan mereka untuk memanipulasi benda. Mereka menggunakan semua inderanya untuk belajar. Mereka belajar bagaimana berinteraksi dengan orang tua mereka, saudara, teman, dan orang lain. Ketika masuk sekolah, mereka mulai belajar secara akademis seperti membaca dan menulis. Mereka belajar tentang perilaku mana yang akan dihargai dan mana yang akan dihukum. Mereka belajar keterampilan sosial untuk berinteraksi dengan orang lain. Setelah mereka selesai sekolah, orang harus belajar untuk beradaptasi dengan perubahan besar yang mempengaruhi hidup mereka, seperti menikah, membesarkan anak, menemukan dan mempertahankan pekerjaan. Guru perlu memahami cara terbaik untuk mendidik anak-anak. Psikolog, pekerja sosial, kriminolog, perlu memahami bagaimana pengalaman tertentu mengubah perilaku masyarakat. Pengusaha, politisi, dan pengiklan menggunakan prinsip-prinsip belajar untuk mempengaruhi perilaku pekerja, pemilih, dan konsumen. Ada banyak bentuk pembelajaran, mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks. Sederhana bentuk pembelajaran melibatkan stimulus tunggal. stimulus adalah sesuatu tampak dengan indera, seperti, suara penglihatan, sentuhan penciuman, atau rasa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar :

1. Usia

Anak-anak tumbuh, mereka menjadi mampu belajar dan lebih banyak informasi yang akan mereka serap. Menurut Swiss Jean Piaget bahwa anak-anak melalui empat tahap perkembangan kognitif yang berbeda. Pada tahap sensorimotor (dari lahir sampai sekitar 2 tahun), bayi yang menggunakan indera mereka untuk belajar tentang tubuh mereka dan tentang benda-benda di lingkungan dekat mereka. Pada tahap pra-operasi (sekitar 2 sampai 7 tahun), anak-anak dapat berpikir tentang objek dan peristiwa yang tidak hadir, tetapi pemikiran mereka adalah primitif dan egois, dan mereka mengalami kesulitan melihat dunia dari sudut pandang yang orang lain pandang. Pada tahap operasional konkret (sekitar 7 sampai 11 tahun), anak belajar aturan-aturan umum tentang dunia fisik, seperti fakta bahwa jumlah air tetap sama jika dituangkan antara kontainer dari berbagai bentuk. Akhirnya, pada tahap operasional formal (usia 11 ke atas), anak menjadi mampu berpikir logis dan abstrak. Sedangkan orang Dewasa terus belajar pengetahuan dan keterampilan baru sepanjang hidup mereka.

2. Motivasi

Belajar biasanya paling efisien dan cepat ketika dimotivasi dan dilakukan dengan penuh perhatian. Salah satu cara efektif untuk menjaga motivasi adalah dengan memberikan kekuatan dan respon yang benar. Jika tingkat motivasi seseorang terlalu rendah, maka ia dapat menyerah dengan cepat. Dan apabila tingkat motivasi terlalu tinggi dapat mengakibatkan stres dan gangguan lain yang dapat menyebabkan seseorang tidak fokus. Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar; seseorang yang belajar tanpa motivasi (atau kurang motivasi) tidak akan berhasil dengan maksimal.

3. Pengalaman Sebelumnya Seberapa baik seseorang belajar sesuatu yang baru mungkin sangat tergantung pada pengalaman sebelumnya. Orang dapat mempelajari perilaku baru yang lebih cepat jika perilaku yang sama dengan yang mereka sudah alami. Fenomena ini disebut transfer positif. Seseorang yang telah belajar untuk mengemudi satu mobil akan dapat mengendarai mobil lain, walaupun merasakan ada beberapa bagian yang akan berbeda. Dalam kasus transfer negatif, bagaimanapun, pengalaman seseorang sebelumnya dapat mengganggu sesuatu yang baru. Sebagai contoh, setelah menghafal satu daftar belanja, mungkin lebih sulit untuk menghafal daftar belanja yang berbeda.

4. Intelegensi

Tingkat pemahaman dalam suatu proses pembelajaran yang terjadi akan sangat dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan seseorang. Semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang akan semakin mudah orang tersebut beradapatasi dengan apa yang sedang dipelajarinya

5. Gangguan/kelainan

Berbagai gangguan yang dialami manusia dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk mempelajari keterampilan dan perilaku baru. Gangguan tersebut biasanya muncul pertama kali di masa kecil dan sering bertahan sampai mereka menjadi dewasa. Anak-anak dengan gangguan hiperaktivitas mungkin tidak dapat duduk diam cukup lama untuk fokus pada tugas-tugas tertentu. Anak-anak autis biasanya memiliki kesulitan bicara, pemahaman bahasa, dan berinteraksi dengan orang. Orang-orang dengan keterbelakangan mental, mungkin akan mengalami kesulitan menguasai keterampilan akademik.

“Belajar adalah Proses yang dilakukan seumur hidup”
“Luangkan waktu dan pikiran kita untuk menerima hal-hal yang baru, positif, dan bermanfaat”.  – Tree –

Mazur, James E. “Learning.” Microsoft® Student 2008 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2007.